Latar Belakang
Kampanye ini muncul sebagai bentuk protes keras masyarakat atas tindakan pembakaran 216 eksemplar buku “5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia” karya Douglas Wilson di halaman belakang Bentara Budaya, kompleks Gramedia, Jakarta pada hari Rabu, 13 Juni 2012 serta pembakaran buku yang sama di Cakung (Jawa Barat), Surabaya, Semarang, Makassar, dan Pekanbaru.
Kampanye ini muncul sebagai bentuk protes keras masyarakat atas tindakan pembakaran 216 eksemplar buku “5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia” karya Douglas Wilson di halaman belakang Bentara Budaya, kompleks Gramedia, Jakarta pada hari Rabu, 13 Juni 2012 serta pembakaran buku yang sama di Cakung (Jawa Barat), Surabaya, Semarang, Makassar, dan Pekanbaru.
.
Tindakan
Surat Protes ini lahir setelah kejadian pembakaran buku dari inisiatif generasi muda (Ninus D. Andarnuswari, Damar Juniarto, Fahri Salam, Megi Margiyanto, Lisabona Rahman, dll.) untuk meminta masyarakat menolak tunduk pada teror pembungkaman berpendapat dan berekspresi demi Indonesia yang lebih baik, dengan menyerukan STOP BAKAR BUKU dan menyuarakan protes kepada Gramedia, MUI, FPI, dan POLRI yang membiarkan peristiwa pembakaran buku terjadi.
Surat Protes ini lahir setelah kejadian pembakaran buku dari inisiatif generasi muda (Ninus D. Andarnuswari, Damar Juniarto, Fahri Salam, Megi Margiyanto, Lisabona Rahman, dll.) untuk meminta masyarakat menolak tunduk pada teror pembungkaman berpendapat dan berekspresi demi Indonesia yang lebih baik, dengan menyerukan STOP BAKAR BUKU dan menyuarakan protes kepada Gramedia, MUI, FPI, dan POLRI yang membiarkan peristiwa pembakaran buku terjadi.
.







