#Twitteriak Eps. 1 bersama @fahdisme (Fahd Djibran)


Fahd Pahdepie, atau dikenal dengan nama pena Fahd Djibran, adalah seorang penulis muda berbakat kelahiran Cianjur, 22 Agustus 1986. Ia menaruh minat pada filsafat, seni, spiritualitas, dan musik. Sebagai penulis, ia terbilang produktif. Buku-bukunya antara lain: A Cat in My Eyes (2008), Curhat Setan (2009), Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan, Menatap Punggung Muhammad (2010), Yang Galau, Yang Meracau (2011) dan belum lama ini meluncurkan Hidup Berawal dari Mimpi, karya kolaborasi bersama Bondan Prakoso & Fade2Black dalam bentuk “fiksi-musikal”.

Tapi masih ada lagi kejutan dari Fahd Djibran. Maka menjelang makan siang (3 November 2011), Scriptozoid! membuka obrolan #Twitteriak bersama penulis muda berbakat Fahd Djibran!

Scriptozoid!: Selepas karya fiksi-musikal Hidup Berawal dari Mimpi bareng Bondan dan Fade2Black, sekarang lagi sibuk apa?
Fahd Djibran: Hi! Nggak sibuk sih, aktivitas biasa aja, sambil garap project fiksi audio-visual di Revolvere Project.

Scriptozoid!: Apa cerita di balik project Revolvere itu? Itu proyek hibrida sastra-musik-visual ya?
Fahd Djibran: Visinya ke arah sana. Kami membayangkan fiksi bisa “tetap dibaca”, tetap sebagai bacaan tapi dengan sensasi yang berbeda.


Scriptozoid!: Siapa aja yang terlibat? Trus gimana proses kreatif project hibrida revolvere ini?
Fahd Djibran: Saya bareng @fiersa (musisi) dan @futihfatih (videografer). Kami kerjakan secara terpisah, tapi sudah satu visi.

Scriptozoid!: Ini ada pertanyaan dari @dion_yulianto "Hidup Berawal dari Mimpi sama Bondan n F2B itu apakah bentuk awal dr fiksi-musikal ini? Bukunya bagus lho."
Fahd Djibran: Wah makasih banyak ya. Hidup Berawal Dari Mimpi bisa jadi iya. Tapi fiksi-musikal di Revolvere Project lain konsepnya. Tentang fiksi-musikal saya belum yakin itu istilah yang fit and proper atau belum. Untuk Revolvere Project ada yang usulkan bernama fiksi-auvi.

Scriptozoid!: Apa proyek hibrida sastra-musik-visual ini mengacu pada nilai estetik kreativitas tertentu?
Fahd Djibran: Konsep REVOLVERE PROJECT dengan karya pertamanya pernah dipresentasikan di Leftwriters & The Reading Group d Singapura. Prof. Azhar Ibrahim dr NUS memberi apresisi spesial bagi konsep dan karyanya. Kami diundang presentasi di NUS tahun depan. Kami mencoba menawarkan alternatif bagi pembaca muda. Youth is digital native, mungkin itu yang kami pikirin juga.

Scriptozoid!: Bagaimana penerimaan publik pada proyek hibrida ini?
Fahd Djibran: Sejauh ini bagus, hampir semua tanggapannya positif. Ke depan yang kritik pasti ada, tapi kami terbuka sama kritik.

Scriptozoid!: Tidak takut tereduksi saat memadukan fiksi dan audiovisual?
Fahd Djibran: Kami berusaha sebisa mungkin tidak banyak mereduksi. Mungkin “keheningan” tereduksi. Tapi kami menawarkan sensai lain. Kami tdk mau terjebak pada musikalisasi dan filmisasi fiksi. Fiksi, musik, visual tetap bisa jadi dirinya sendiri, tapi ketika ketiganya digabung, ia menjadi bentuk yang lain. Yang saling mengisi satu sama lain. Mudah-mudahan.


Oke, itu tadi obrolan bareng @fahdisme di TWITTERIAK. Yg belum lihat fiksi-auvi REVOLVERE PROJECT, silakan ke http://www.ruangtengah.co.nr Kita bertemu di obrolan #Twitteriak berikutnya tengah minggu depan.

0 comments:

Poskan Komentar