Selamatkan Pustaka Jaya! #SavePustakaJaya



Blog "Demi Pustaka Jaya"


Facebook Pages "Pustaka Jaya", klik "Like" untuk #SavePustakaJaya


Latar Belakang
Siapa tak kenal Pustaka Jaya? Menyebut namanya, paling tidak ada dua hal yang paling kita ingat. Pertama, dia adalah penerbit buku sastra bermutu. Kedua, nama besar sastrawan Ajip Rosidi yang membesarkannya.

Menurut Ajip Rosidi dalam buku otobiografinya, “Hidup Tanpa Ijazah, Yang Terekam Dalam Kenangan,” lahirnya Pustaka Jaya bukanlah hasil dari suatu seminar atau pertemuan para sastrawan. Ia berawal dari sebuah percakapan ringan di awal 1970-an antara dirinya dengan Ali Sadikin yang menjabat gubernur Jakarta waktu itu. Ajip Rosidi mengatakan, “Kebanyakan penerbit, terutama mendahulukan mencari keuntungan, sehingga menerbitkan buku itu hanya yang nyata-nyata dicari oleh masyarakat. Penerbit buku bacaan yang baik, seperti dahulu Balai Pustaka tidak ada lagi. Dahulu pemerintah Hindia Belanda memberikan subsidi untuk Balai Pustaka, tapi pemerintah kita tidak. Bahkan Balai Pustaka pernah diberhentikan fungsinya sebagai penerbit. Hanya dijadikan percetakan saja,” urai Ajip kepada sang Gubernur. Akhirnya Ali Sadikin setuju mendanai penerbitan baru. Juga sejumlah pengusaha. Pada Mei 1971, penerbit itu pun resmi berdiri.
Ajip berpendapat bahwa yang pertama-tama harus dia jual bukanlah produk buku, melainkan gagasan. Gagasan agar para guru dan orangtua mendidik anak-anaknya supaya suka membaca. Soalnya, bagaimana meningkatkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak sejak usia dini. Ajip sering berkeliling ke sekolah-sekolah dasar maupun menengah di Ibu Kota maupun di luar Jakarta. Dia berkeliling untuk memberikan ceramah-ceramah tentang pentingnya siswa banyak membaca dan pentingnya sekolah memiliki perpustakaan.

Hasilnya segera tampak! Pembaca merespons. Dalam katalog daftar buku tahun 1984, tercatat Pustaka Jaya waktu itu telah menerbitkan lebih dari 600 judul buku dengan lebih dari 10 juta eksemplar. Itu artinya, hampir setiap minggu ada buku baru yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya. Dan dari jumlah 10 juta eksemplar itu, lebih dari sembilan juta terserap oleh perpustakaan-perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum.

Nasib Pustaka Jaya Kini
Pustaka Jaya kini perlu diselamatkan! Kekeliruan kebijakan dan salah urus di era 1990-an membawanya ke tepi jurang. “Kami anfal tahun 90-an.” Kerjanya hanya mencetak ulang buku-buku lama untuk bertahan hidup. Pembenahan dilakukan dengan memperbaiki sistem. Tapi masih ada yang kurang.

Jika penerbit lain telah memiliki website dan memanfaatkan media online untuk memasarkan buku-buku mereka, tidak demikian halanya Pustaka Jaya. Menurut manajernya, Ahmad Rivai, dunia maya atau website baru berupa angan-angan, belum merupakan prioritas. Ia menyebut krisis keuangan yang dialami Pustaka Jaya dahulu cukup parah. “Ibaratnya, sakit yang kami alami telah memasuki stadium dua. Sehingga sampai sekarang Pustaka Jaya masih dalam tahap pemulihan supaya bisa kembali menjadi perusahaan yang sehat,” kata Rivai.

Maka dari itu mengharapkan Pustaka Jaya kembali sehat membutuhkan uluran tangan pembaca, terutama para pembaca setia yang dulu menikmati booming buku sastra bermutu dari Pustaka Jaya! Mari selamatkan Pustaka Jaya bersama-sama.

Sumber penulisan:
1. Seluruhnya berasal dari artikel “Pustaka Jaya: Masih di Jalur Bahasa/Sastra” karya Sahala Napitupulu, majalah TAPIAN edisi Maret 2009
2. Pertemuan Amat Semangat dengan Ahmad Rivai, 4 Oktober 2011

Katalog Buku yang Ditarik dari Toko Buku:
01. Mahabarata
02. Ramayana
03. Hidup Tanpa Ijazah
04. Prajurit Schweik
05. Anak Tanah Air
06. Masyitoh
07. Puisi Indonesia Modern
08. Kiai Haman Dja’far dan Pondok Pabelan
09. Si Kabayan
10. Catatan dari Bawah Tanah
11. Rumah Tangga yang Bahagia
12. Munculnya Elit Modern Indonesia
13. Dataran Tortilla
14. Haji Murat
15. Tiga Pesona Sunda Kuna
16. Cinta Pertama
17. Romeo dan Julia
18. Oidipus Sang Raja
19. Rubaiyat Umar Khayyam
20. Korupsi dan Kebudayaan
21. Orang dan Bambu Jepang


Silakan lihat di: http://demipustakajaya.wordpress.com untuk mendapat info terkini termasuk melakukan pemesanan online buku-buku Pustaka Jaya.

0 comments:

Poskan Komentar